Sabtu, 05 November 2011

studi kasus

NAMA                 : Muhamad.Firmansyah Yasin
NPM                    : 14111662
KELAS                : 1KA14
MATA KULIAH  : Ilmu Sosial Dasar
 
 
Permasalahan Sosial Dalam Masyarakat

    Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

Upaya Pemecahan Masalah di Masyarakat

Masalah sosial ini muncul seiring dengan terjadinya perbedaan yang signifikan antara nilai dalam masyarakat dengan realita atau kenyataan yang terjadi di lapangan. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh masyarakat sendiri, biasanya oleh lembaga yang memang memiliki kewenangan khusus, seperti tokoh masyarakat, musyawarah masyarakat, organisasi sosial, atau pemerintah.
Masalah sosial yang ditemui di masyarakat biasanya sangat beragam. Namun, dari keberagaman itu sebenarnya masalah sosial ini dapat dikategorikan ke dalam 4 faktor penyebab utamanya, yakni sebagai berikut.
  1. Faktor ekonomi, biasanya berupa kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya.
  2. Faktor budaya; biasanya berupa perceraian, kenakalan remaja, dan sebagainya.
  3. Faktor biologis; biasanya berupa penyakit menular, keracunan makanan, dan sebagainya.
  4. Faktor psikologis; biasanya berupa penyakit syaraf, aliran sesat, dan sebagainya.
Keberadaan masalah sosial di tengah kehidupan masyarakat dapat diketahui dengan melakukan beberapa proses dan tahapan analitis. Tahapan analitis ini dilakukan dengan melakukan diagnosis. Adapun proses pendiagnosisan masalah sosial ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yakni Person Blame Approach dan system blame approach.
Person Blame Approach adalah pendekatan untuk memahami masalah sosial yang berada pada level individu. Artinya, yang menjadi unit analisis utamanya adalah si individu itu. Dari proses analisis ini dapat diketahui penyebab terjadinya masalah sosial pada level individu. Biasanya, penyebab masalah sosial di level ini berupa kondisi fisik maupun psikis dari tiap-tiap individu.
Sementara itu, pendekatan kedua, yakni system blame approach, merupakan sebuah pendekatan yang menjadikan sebuah sistem yang digunakan dalam masyarakat sebagai unit analisis utamanya. Dari dua pendekatan tadi dapat disimpulkan bahwa masalah sosial ini bisa muncul karena adanya “kesalahan” individu dan “kesalahan” sistem dalam sebuah masyarakat.
Masalah sosial sebagai sebuah kondisi atau keadaan suatu masyarakat yang dapat mengganggu perwujudan kesejahteraan sosial tentu membutuhkan suatu penanganan , perbaikan, dan perubahan. Jadi, upaya penanganan masalah sosial ini harus dilakukan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat itu sendiri agar hasilnya maksimal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar